Make your own free website on Tripod.com
.::JO::.  
INDEX BERITA | | STAF REDAKSI | | GALLERY | | KONTAK KAMIHOME | 
Jawa Timur
 Ibukota : Surabaya
 Kota/Kab. : 37
 Luas :47.921,98 km2
PIMPINAN UMUM
Suli Daim, SPd
WAKIL PIMPINAN UMUM
H Farid Fathoni. AF, SE., SH., MM
PEMIMPIN REDAKSI
Cucuk Suparno
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI
Christanto Wahyu
REDAKTUR PELAKSANA
Moch. Chabib Sulton
REDAKTUR SENIOR
Farid Fathoni. AF, Ainur Rofiq Sophiaan, Bambang Sutrisno, Sudono Syueb, Joni Iwansyah, Ali Mu'thi, Tamam Choiruddin, Rahman Windhiarto, Andi Suwarko, Ali al-Rassy, Didin Fatihudin, Syafruddin Budiman
REDAKTUR
Gus Tjoetjoek S, CH Soelton, Christanto W, Didik Madani, Muhadi, Sufyanto
LAYOUTER
Farid Khuzaini
WEB MASTER
chabib78@plasa.com
BASIS PUSAT
Agam Alvisila R (Koordinator)
PEMIMPIN PERUSAHAAN
H Farid Fathoni. AF, SE., SH., MM
TATA USAHA dan IKLAN
Khalid AS
PEMASARAN dan SIRKULASI
Imran Rasyadi
KEUANGAN
I Kusumarini, SH
KONSULTAN HUKUM
H Abdul Malik, SH, Khasful Hidayat, SH
ALAMAT REDAKSI/PERUSAHAAN/TU
Jl Darmokali 5 c Telp (031) 70089963, 60180860 Fax (031) 70089963 Surabaya
WEBSITE
www.basis.tripod.com
E-MAIL REDAKSI
basis-redaksi@plasa.com atau basis_redaksi@yahoo.com
E-MAIL IKLAN
basis-iklan@plasa.com
REKENING
A/n Imran Rosyadi Bank Jatim: 0113016256 Bank Mandiri: 142000469763-6
DITERBITKAN OLEH
PT Rapitama
MAPING
  COVER
  REDAKSI
  PEMBACA
  HOT NEWS
  KOREKSI
  LINTAS KOTA
  OPINI ANDA
  SUARA PELAJAR
  WISATA
  PROBIS
  BUDAYA
  IKLAN
  JO ARSIP










Medio, II/April 2006   

.:: KABAR BARU KOTA JOMBANG ::.

.:::KOREKSI:::.JOMBANG online - jombang sebenarnya ! JEMBATAN BAMBU DI TENGAH KOTA. Dusun Makamagung, Desa Sengon, Kecamatan Jombang Kota "terisolasi" akibat tidak adanya jembatan yang memadai. Untuk itu, warga gotong royong membuat jembatan dari bambu.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! Banjir melanda kota "santri" Jombang, setelah sebelumnya diguyur hujan selama 2 hari.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! Banjir juga melanda kota "pudak" Gresik, tepatnya di Kecamatan Bejeng. Di lokasi ini, rumah penduduk dan sekolah serta beberapa kantor pemerintahan juga dipenuhi air. Bahkan diantara warga menyempatkan diri untuk mencuci motornya. Hal ini dikarenakan jika tidak ada hujan, mereka sulit mencuci motornya karena airnya yang terasa asin mengandung garam dapat merusak motor mereka.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! Banjir di Gresik juga merusakkan ladan dan beberapa tambak warga.

.:::SUARA PELAJAR:::.JOMBANG online - jombang sebenarnya ! SMK Al-Asy'ari Keras, Diwek Jombang menggelar pameran dan fashion show hasil karya siswanya.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! MI Mambaul Ma'arif.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! SMKN 1 Jombang membuka kelas baru untuk bidang studi kewirausahaan.

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! Meskipun yang menggeluti dunia fotografi sangat minim di Jombang, ternyata tidak menyurutkan peerta HTF 2005

JOMBANG online - jombang sebenarnya ! Hobinya sebagai penyanyi diawali sejak usia 9 tahun. Bahkan hampir tiap hari ia habiskan waktunya untuk olah vokal. "Cita-citaku sich, kepingin seperti Ikke Nur Jannah," harapnya kepada Radar Minggu.

Sebarkan Ritual Islam Sesat?
Ponpes Limang Santri Tutup Langit, Diwek, Jombang, Jatim
JOMBANG online - jombang sebenarnya !
NAMEBOARD. Inilah plakat Pesantren Limang Santri Tutup Langit di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim.


Pondok Limang Santri Tutup Santri pimpinan Sutoyo atau sering dipanggil Romo Sidiq Hasan ini mengajarkan ritual yang 'nyeleneh' dari kaidah Islam umumnya. Dengan laku tertentu, mampu berkomunikasi dengan para wali bahkan malaikat. Bagaimana sebenarnya ajaran Romo Sidiq Hasan? Ikuti penelusuran tim Radar Minggu.

JOMBANG, JO. Pondok tempat Sutoyo atau Sidiq Hasan tinggal bersama sejumlah santrinya terletak di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Lokasi desa ini sekitar satu kilometer utara Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Tapi kedekatan jarak tersebut tak menyurutkan niat Sutoyo untuk terus mengembangkan ritual nyeleneh-nya.

Sekilas, pondok tempat Sutoyo tinggal, tak mengesankan adanya pesantren yang lengkap dengan kegiatan belajar-mengajar khas ala pesantren. Rumah yang ditempati merupakan rumah semi permanen yang berada di tengah-tengah Desa Ceweng yang sangat padat. Namun, aktivitas di tempat tersebut sangat ramai. Banyak 'pasien' pondok (orang gila-Red) yang bertebaran di halaman.

Ketika JO menemui Sutoyo di ruang tamu rumah sekaligus pondok, Sabtu (22/4) pekan lalu, suasana terasa berbeda. Di ruang tamu yang sederhana tersebut berbagai atribut serta gambar, seperti foto Syekh Abdul Qodir Jaelani, dan sejumlah wali, serta plakat Ponpes Limang Santri Tutup Langit terpampang memenuhi dinding. Keseluruhan gambar tersebut memiliki makna yang mendalam sesuai dengan misi pondok yang didirikan.

"Tujuan utama pondok ini adalah untuk menyucikan hati manusia. Sebab saat ini sangat banyak manusia yang kacau hidupnya, gara-gara hatinya tidak suci," kata Sutoyo dengan mantap.

Lebih lanjut Sutoyo menjelaskan, jika hati manusia telah suci maka dia akan mampu berkomunikasi dengan kehidupan dari dimensi lain. Termasuk berkomunikasi dengan para wali hingga malaikat. "Penghalang paling besar dalam diri manusia untuk menuju Allah adalah jiwa yang kotor. Oleh karena itu, di sini (di Limang Santri Tutup Langit-Red) jiwa-jiwa yang kotor tersebut dibersihkan. Dengan jiwa yang bersih, manusia bisa melakukan komunikasi dengan siapa saja, termasuk malaikat," terang Sutoyo.

Dijelaskan pula, upaya untuk menyucikan diri adalah dengan laku puasa khusus sesuai dengan ritual yang diajarkan oleh Sutoyo. Laku puasa ini berupa puasa mutih selama tujuh hari, dilanjutkan puasa pati geni selama beberapa hari.

"Dengan puasa, hati menjadi suci. Laku ini pula yang dilakukan oleh para wali songo dalam sejarah Islam di Jawa. Kita mencoba mengambil hikmah dan meneladaninya. Jadi inti pelajaran di pondok ini adalah puasa yang tidak sekedar puasa. Tetapi puasa taubat sebagai tangga pertama menuju kesucian hati. Mustahil, jiwa atau hati manusia menjadi bersih tanpa laku puasa," jelas Sutoyo kepada Radar Minggu.

Jadi puasa merupakan kunci utama untuk memahami Islam. Sebab menurut Sutoyo, memahami Isam tanpa ritual puasa hanya akan mendapatkan kulitnya saja dan belum sampai pada tahap aplikasi kejiwaan. -cs







Banner Here
Jadikan PAN JATIM sebagai web default anda!
Jadikan TABLOID PROBIS sebagai web default anda!


Banner Here
  
Powered by :
©Basis, 2006
Disclaimer